Tampilkan postingan dengan label Griya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Griya. Tampilkan semua postingan
Dapur Sehat dalam Rumah Anda

Dapur, ruangan yang identik menjadi tempat beraktivitas para ibu rumah tangga. Di tempat inilah, para ibu menyediakan makanan untuk suami dan anaknya. Dapur di masa lampau dibayangkan sebagai tempat yang kotor dan berbau tidak sedap. Bagaimana dengan dapur Anda? Apakah desain dapur Anda sudah mencerminkan dapur yang sehat?

Anggapan bahwa dapur sebagai tempat yang kotor tidaklah berlebihan. Karena untuk membuat makanan, ada banyak bahan makanan yang harus disiapkan dengan aroma yang beraneka macam di dalam dapur. Belum lagi sampah yang dihasilkannya sehingga dapur dapat menjadi salah satu ruangan tempat berkembangnya bibit penyakit di rumah Anda. Bahkan dapur yang kotor dan lembab dapat memancing datangnya serangga seperti kecoa dan lalat maupun binatang pengerat di rumah Anda. Hal ini dapat menjadi sumber penyebaran penyakit bagi keluarga Anda. Maka, untuk menciptakan dapur yang sehat, Anda dapat memperhatikan hal-hal berikut ini.

Cahaya pada Dapur

Cahaya merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan karena untuk dapat memasak tentu diperlukan penerangan yang cukup. Cahaya sendiri dapat diperoleh dari 2 sumber, yaitu cahaya matahari dan lampu.

· Cahaya Matahari

Cahaya matahari sangat bermanfaat untuk membunuh bibit penyakit yang ada di dapur. Karena di dapur sering dihasilkan sampah sehingga bibit penyakit sering muncul di ruangan ini. Agar dapat memperoleh cahaya matahari yang cukup, saat hendak membuat dapur perhatikan jumlah dan besarnya jendela atau ruangan terbuka sehingga bisa mendapatkan sinar matahari yang cukup. Dengan cahaya matahari yang memadai, berarti tidak perlu menyalakan lampu di siang hari sehingga menghemat penggunaan listrik.

· Cahaya Lampu

Karena cahaya matahari tidak tersedia setiap waktu, maka cahaya lampu juga diperlukan sebagai cahaya pengganti. Ada 3 jenis lampu yang dapat digunakan di dapur, yaitu:

    • Cahaya Umum

Digunakan untuk menerangi dapur khususnya saat cahaya matahari tidak ada. Cahaya lampu hendaknya jangan terlalu redup ataupun terlalu terang sehingga dapat menyakitkan mata.

    • Cahaya Khusus

Biasanya menggunakan lampu halogen dan diletakkan di bawah kitchen set. Digunakan untuk menerangi daerah khusus, misalnya di tempat yang biasa digunakan untuk memotong bahan makanan sehingga dengan adanya lampu ini dapat dilihat lebih jelas warna makanan dan mengetahui kondisi makanan apakah masih baik atau tidak.

    • Cahaya Aksen

Pencahayaan ini digunakan untuk mempercantik tampilan dapur. Umumnya diletakkan di dalam lemari kabinet pada bagian pintu kaca yang berisi pajangan. Dengan kehadiran lampu ini tentu akan memperkuat keindahan dari dapur.




Sirkulasi Udara dalam Dapur

Pada proses masak, dihasilkan asap yang sebagai hasil buangan. Tentu tidak nyaman, apabila asap ini tidak dapat dikeluarkan dari dapur. Pertukaran udara dengan udara yang segar dapat terjadi apabila ada jendela atau lubang yang menghubungkan dengan ruangan terbuka. Tetapi, apabila dapur Anda tidak memilikinya, Anda dapat menggunakan cooker hood yang akan menyedot asap hasil proses memasak sehingga udara di dapur menjadi lebih segar.

Kebersihan Dapur

Dapur merupakan penghasil limbah rumah tangga terbesar di rumah. Agar sampah yang dihasilkan tidak menimbulkan penyakit dan bau tidak sedap, maka Anda harus menjaga agar dapur tetap bersih. Caranya adalah dengan membersihkan dapur selesai memasak. Percikan minyak, tumpahan kuah atau percikan air sebaiknya segera dibersihkan. Selain itu, Anda juga wajib membuang sampah yang ada di dapur setiap hari karena sampah yang disimpan lebih dari satu hari akan menjadi tempat tumbuhnya bakteri dan jamur.

Oleh karena itu, dengan memperhatikan pencahayaan di dalam dapur, maka dapur Anda bukanlah menjadi tempat yang gelap dan kotor. Selain itu dengan menjaga sirkulasi udara dalam dapur, Anda juga akan memiliki dapur yang tidak lembab dan tidak berbau. Dan kebersihan dapur merupakan hal yang juga penting untuk menjaga dapur yang sehat. Tentu Anda akan membuat yang terbaik untuk kesehatan eluarga Anda bukan? Karena itu dari sekarang, jagalah kebersihan dan kesehatan dapur Anda. Selamat memasak!

Sumber: kumpulan.info

Selengkapnya...

Kategori: 0 komentar | edit post
Ranjang yang Nyaman dan Sehat

Ranjang atau tempat tidur menjadi salah satu perabot di rumah yang paling penting. Di sini Anda bisa menikmati istirahat Anda setelah lelah seharian stres bekerja. Di ranjang juga Anda bisa bercengkerama mesra bersama pasangan hidup Anda. Umumnya sepertiga waktu kehidupan manusia dihabiskan di atas ranjang. Namun bagaimana jika ranjang di kamar Anda sudah menimbulkan problem bagi tubuh Anda? Setiap kali Anda bangun tidur yang Anda rasakan adalah badan terasa kaku dan pegal-pegal. Jika ini yang terjadi, maka sudah saatnya mengganti ranjang Anda.

Ranjang

Ranjang memiliki banyak bentuk dan ukuran. Pada umumnya ranjang terdiri atas dua bagian, yaitu bagian atas dan bagian bawah. Bagian atas biasanya adalah bagian yang empuk dan nyaman untuk ditiduri. Bagian ini biasanya disebut sebagai kasur. Pada zaman dahulu, kasur biasanya diisi dengan jerami bagi masyarakat pada umumnya. Bagi orang kaya kasur tersebut biasanya diisi dengan bulu seperti bulu angsa. Lalu belakangan kasur diisi dengan kapas ataupun bahan buatan lainnya untuk mengisi kasur. Saat ini kebanyakan kasur modern menggunakan pegas dan busa. Ada juga yang menggunakan air maupun udara sebagai bahan di dalam kasur khusus.

Komponen dari kasur terdiri atas kain pembungkus kasur, lapisan bantalan, lalu penunjang dan penahan. Kain pembungkus kasur berfungsi untuk membungkus seluruh isi kasur. Lapisan bantalan berfungsi untuk menambah kenyamanan tidur dan juga berfungsi untuk menyerap kelembapan dan keringat. Sedangkan penunjang dan penahan, umumnya berupa kumparan baja atau pegas tempaan. Semakin banyak pegas dan semakin tebal kawat yang digunakan, semakin baik daya tunjangnya. Pada ranjang modern ada juga yang menggunakan kasur busa lateks atau poliuretan. Kasur ini lebih nyaman dari kasur pegas dan lebih ringan.

Sedangkan bagian bawah ranjang umumnya lebih keras dan disebut sebagai kerangka penunjang. Pada zaman dahulu biasanya berupa kayu baik dengan bentuk unik dengan ukiran maupun biasa. Lalu ada juga yang dibuat dari besi dan bahan logam lainnya. Saat ini, sudah digunakan kotak pegas (box spring) yang juga cukup keras di bagian bawah kasur sebagai bagian dari ranjang atau tempat tidur. Tujuannya untuk memberi dukungan tambahan bagi kenyamanan kasur.




Sebagai bagian dari ranjang juga tersedia bantal untuk mengganjal kepala, seprai untuk menutup kasur, selimut untuk menambah kehangatan serta penutup ranjang (bed cover) untuk menjaga ranjang tetap bersih. Di Indonesia, umumnya orang juga menggunakan guling untuk menambah kenyamanan tidur.

Kapan Saat Mengganti Ranjang?

· Jika leher terasa kaku dan punggung menjadi nyeri ketika bangun tidur.

· Jika ranjang sudah tidak empuk dan nyaman serta di beberapa bagian mulai muncul tonjolan.

· Jika ranjang mulai mengeluarkan suara berderit.

· Jika rangkanya sudah mulai rusak sehingga tidak rata lagi ataupun mulai goyah.

· Jika ranjang mulai terasa sempit sehingga Anda dan pasangan sering terbentur.

Jika Anda sering merasa resah di ranjang, lalu sulit mencari posisi yang nyaman saat tidur dan sering merasa pegal dan kaku saat bangun tidur, maka bisa jadi problemnya adalah ranjang Anda. Itu berarti ranjang Anda sudah harus diganti, setidaknya bagian kasur dari ranjang tersebut. Umumnya umur sebuah ranjang sekitar sepuluh tahun. Setelah itu, fungsi dan kenyamanan ranjang akan berkurang. Faktor kelebihan berat badan juga dapat mempercepat kerusakan ranjang.

Beberapa problem bisa muncul karena ranjang yang sudah mulai rusak atau sudah tidak laik lagi. Misalnya problem nyeri di punggung. Problem lainnya adalah ketidaknyamanan saat tidur dan Anda sulit tidur nyenyak. Beberapa ranjang yang sudah tidak rata akan membuat tidur Anda miring dan hasilnya adalah tidak nyaman bahkan bisa mengganggu kesehatan. Jika Anda dan pasangan bertambah berat badannya maka ukuran ranjang yang sempit akan membuat Anda sering berbenturan dengan pasangan. Hal ini juga akan membuat tidur menjadi tidak nyaman dan tidak nyenyak. Ranjang yang sudah tidak laik akan membuat tulang Anda menjadi tidak sehat. Jika Anda sering menemukan problem pada ranjang Anda, maka saatnya mengganti ranjang tersebut. Bagaimana tips memilih ranjang yang baik?

Tips Memilih Ranjang yang Baik

Bagian terpenting suatu ranjang adalah bagian kasur karena kasur menjadi kunci kenyamanan Anda di atas ranjang. Karena itu, berhati-hatilah saat membeli ranjang. Jika Anda memutuskan membeli ranjang bekas, pertimbangkan beberapa hal berikut. Ranjang bekas biasanya sudah menyerap keringat dan kulit ari orang lain. Bahkan beberapa ranjang bekas memiliki kutu dan bisa menimbulkan alergi dan asma. Jadi Anda harus memastikan bahwa ranjang bekas tersebut benar-benar bersih dan masih layak digunakan.

Jika Anda memutuskan membeli ranjang baru maka Anda juga harus memperhatikan harga dan ukuran ranjang yang tepat. Selain itu, masalah kesehatan juga patut diperhatikan. Ada beberapa orang memiliki masalah dan alergi dengan bahan-bahan tertentu yang merupakan bahan pembuat ranjang dan kasur. Jika Anda dan pasangan berbadan besar, pilihlah ukuran ranjang yang lebih besar. Jika Anda sering berkeringat, pilihlah ranjang yang memiliki daya serap keringat dan kelembapan yang cukup baik.

Di beberapa toko, biasanya Anda diijinkan untuk mencoba ranjang baru tersebut. Beberapa tips berikut ini bisa dilakukan saat akan memilih dan membeli ranjang baru yang baik.

  • Jangan cepat mengambil keputusan mengingat harga sebuah ranjang cukup mahal dan akan digunakan untuk jangka panjang.
  • Pilih waktu saat Anda tidak lelah pada saat akan mencoba ranjang sehingga tidak akan mengaburkan penilaian Anda terhadap sebuah ranjang. Jika Anda dalam kondisi lelah dan mengantuk, maka semua ranjang akan terasa nyaman sehingga penilaian Anda bisa menjadi tidak cocok dengan kebutuhan sebenarnya.
  • Gunakan pakaian yang nyaman dan jangan canggung saat mencoba ranjang tersebut.
  • Cobalah berbaring di setiap ranjang yang menjadi pilihan Anda selama beberapa menit dan rasakan perbedaan kenyamanan setiap ranjang.
  • Anda juga bisa mencoba berbagai posisi tidur dan rasakan baik-baik tingkat kenyamanan terhadap bahu, pinggul dan punggung Anda.

Tips Merawat Ranjang

Setelah Anda membeli ranjang baru, tentu Anda menginginkan ranjang tersebut bisa membuat Anda tetap nyaman dalam waktu yang lama. Karena itu beberapa tips berikut bisa Anda lakukan agar ranjang tetap awet dan bertahan lama.

  • Baca manual perawatan dari pabrik pembuat ranjang yang disertakan saat Anda membeli ranjang baru.
  • Setelah ranjang tiba di rumah, buka segera pembungkusnya biasanya terbuat dari polietilen. Tujuan membuka pembungkus agar ranjang dan kasur tidak menjadi lembap, berjamur dan lapuk.
  • Setiap dua minggu sekali setelah Anda membeli ranjang yang terbuat dari pegas sebaiknya Anda memutar dan membalik kasur pada ranjang Anda. Tujuannya untuk merapatkan isi kasur dan membuat kasur menjadi rata di setiap bagian. Untuk ranjang yang lebih tua, bisa dilakukan sebulan sekali. Sedangkan jika Anda menggunakan kasur busa seperti lateks, hal ini tidak perlu dilakukan.
  • Jangan biasakan menekuk dan menggulung kasur, khususnya kasur yang terbuat dari busa ataupun berisi kapas. Karena akan merusak bentuk permukaan kasur.
  • Setiap hari buka bed cover selama sekitar 30 menit agar ranjang mendapat sirkulasi udara segar dan kelembapan yang diserap oleh ranjang dapat menguap.
  • Hindari anak-anak yang suka meloncat di atas ranjang karena akan merusak bentuk permukaan kasur.
  • Jangan menggunakan ranjang di sisi yang sama terus menerus karena juga akan merusak bentuk permukaan ranjang. Misalnya Anda sering duduk di salah satu sisi ranjang atau tidur di salah satu sisi ranjang saja.

Ranjang memang menjadi bagian yang penting dalam hidup Anda. Sepertiga kehidupan Anda dihabiskan pada ranjang. Karena itu pilihlah ranjang yang baik untuk kenyamanan tidur Anda. Dan dipastikan Anda akan bangun keesokan pagi dengan badan yang segar dan siap beraktivitas.

Sumber: kumpulan.info

Selengkapnya...

Kategori: 0 komentar | edit post
Ramaikan Dinding dengan Wallpaper

Saat ini, untuk memperindah dinding tidak selalu menggunakan cat dinding. Berbagai alternatif tersedia. Dalam suatu rumah, dinding merupakan bagian yang paling dominan yang selalu mengelilingi kita. Sehingga, bagian ini pula yang paling sering kita lihat saat berada di rumah. Dinding dalam rumah tidak hanya dipandang sebagai pemisah antar ruang, tetapi juga menjadi media bagi penghuni rumah untuk mengekspresikan diri. Salah satu penutup dinding yang digemari saat ini adalah wallpaper atau kertas dinding. Mengapa memilih menggunakan wallpaper?

Wallpaper memiliki banyak corak yang sangat bervariasi. Warna dan desainnya lebih menarik. Mulai dari dengan warna polos, corak simple seperti garis dan lengkung. Atau corak lain seperti corak bunga, polkadot, bahkan ada pula wallpaper yang dapat bercahaya saat gelap atau glow in the dark. Dari segi harga, bedanya tidak terlalu signifikan dibanding dengan harga cat tembok. Tetapi, kesan yang ditampilkan lebih baik dibanding cat tembok yang cenderung monoton.

Corak-corak rumit yang ditawarkan wallpaper tidak bisa dihasilkan bila Anda menggunakan cat tembok. Itulah salah satu alasan dipilihnya wallpaper untuk dinding. Beragamnya pilihan corak dan warna juga memudahkan dinding rumah disesuaikan dengan konsep rumah secara keseluruhan, sehingga bisa dirasakan tema rumah yang terasa lebih hidup. Kesan lain yang ditawarkan oleh wallpaper adalah kesan modern, kreatif, dan elegan.

Jenis Wallpaper

Berdasarkan permukaan wallpaper, maka ada 2 jenis yaitu wallpaper dengan permukaan kertas atau wallpaper dengan permukaan vynil. Apa saja perbedaan dari kedua jenis wallpaper serta keuntungan dan kerugian dari masing-masing jenis wallpaper tersebut?

  1. Wallpaper Kertas

· Permukaan dove tidak terlalu mengkilap

· Terbuat dari kertas, sehingga lebih mudah robek

· Hanya dapat dibersihkan dengan menggunakan lap kering

· Dapat didaur ulang

  1. Wallpaper Vynil

· Permukaan mengkilap

· Bahan vynil lebih tahan lama

· Mudah dibersihkan, dapat menggunakan lap basah karena tidak mudah robek

· Tidak ramah lingkungan karena tidak dapat didaur ulang

Untuk bagian bawah wallpaper ada 2 jenis, yaitu dengan lapisan bawah kertas atau kain. Wallpaper dengan lapisan bawah kain dapat dicopot dan dipindahkan karena sifat kain yang tidak mudah robek. Ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang sering berpindah-pindah rumah. Sedangkan wallpaper dengan lapisan bawah kertas tidak bisa dipindah karena lapisannya akan robek saat Anda mencopotnya.




Menghitung Jumlah Wallpaper yang Dibutuhkan

Wallpaper dijual dalam bentuk gulungan atau rol. Lebar rol umumnya 50 cm dan 93 cm. Untuk panjangnya ada yang 5 meter, 10 meter, dan 17.5 meter. Untuk mengetahui perkiraan jumlah gulungan yang harus dibeli, Anda dapat menghitungnya sebagai berikut :

Luas Dinding Murni [satu sisi] = (Panjang x Tinggi) - (Luas Jendela atau Pintu)

Luas Dinding Murni [satu ruangan] = (Keliling Ruangan x Tinggi Ruangan) - (Jumlah Luas Jendela atau Pintu)

Setelah mengetahui luas dinding murni, banyaknya gulungan wallpaper yang diperlukan adalah dengan membagi luas dinding murni dengan luas gulungan wallpaper, atau dengan perhitungan sebagai berikut:

Banyaknya Wallpaper = Luas Dinding Murni / Luas Gulungan
(di mana luas gulungan = panjang x lebar gulungan yang dijual)

Perhitungan tersebut, merupakan perhitungan kasar. Anda dapat pula menanyakannya kepada penjual wallpaper untuk perkiraan yang lebih tepat.

Memasang Wallpaper

Wallpaper dipasang dengan cara ditempelkan pada dinding dengan menggunakan lem khusus. Sebelumnya, bersihkan dinding dan pastikan agar dinding kering untuk mempermudah pemasangan. Untuk dinding yang sudah bercat, sebaiknya bersihkan dinding dari cat lama dan gunakan plamur. Bila ada bagian dinding yang retak sebaiknya diperbaiki terlebih dahulu agar hasilnya baik. Gunakan lem secukupnya dan oleskan secara rapi. Lem yang berlebihan akan menyebabkan permukaan wallpaper tidak rata.

Memasang wallpaper bukanlah hal yang mudah, maka bila Anda menginginkan hasil yang baik sebaiknya menggunakan jasa pemasang wallpaper yang sudah biasa mengerjakannya. Bila salah, Anda malah akan merusak wallpaper yang sudah dibeli atau hasilnya tidak memuaskan. Selain harus menggunakan lem dengan benar, harus juga diperhatikan sambungan-sambungan antar wallpaper sehingga tampak menyatu. Hal ini memerlukan ketelitian dan keahlian.

Wallpaper dan Kesehatan

Selain memilih warna dan motif, yang patut diperhatikan saat Anda akan memilih wallpaper adalah mempertimbangkan faktor kesehatan. Salah satunya, perhatikan jenis pelarut warna yang digunakan untuk menghasilkan warna dan motif pada wallpaper. Apakah wallpaper termasuk water based atau solvent based?

Water based jika pewarna menggunakan bahan dasar air. Sedangkan, solvent based adalah wallpaper yang menggunakan pewarna berbahan dasar tiner. Kandungan yang terdapat dalam tiner dapat menempel pada wallpaper dan akan menimbulkan bau tiner pada ruangan setelah dipasang pada dinding. Akibatnya, bila Anda dan keluarga setiap hari mencium bau ini dan menimbulkan polusi udara dalam rumah yang tentu tidak baik untuk kesehatan. Saat akan membeli wallpaper, cobalah untuk mencium apakah gulungan wallpaper berbau tiner atau tidak untuk mengetahui aman tidaknya wallpaper tersebut bagi kesehatan.

Bila mungkin, pastikan wallpaper tidak mengandung logam berat yang beracun seperti merkuri atau timbal yang dapat membahayakan kesehatan. Anda juga dapat memilih wallpaper yang mendukung kesehatan, karena saat ini ada pula wallpaper yang dapat membunuh bakteri yang terdapat di udara, menetralisir udara kotor.

Kini rumah Anda akan semakin menarik dengan kehadiran wallpaper. Jangan lupakan juga untuk memilih wallpaper yang tidak membahayakan kesehatan.

Sumber: kumpulan.info

Selengkapnya...

Kategori: 1 komentar | edit post

Komentar Terbaru

Masukkan Email Anda Untuk Berlangganan Artikel Gratis:

Delivered by FeedBurner

Indonesian Blogger Tips, Triks AdSense, Tutorial Blog, Tutorial SEO, Download Template Blogger, cara membuat blog, daftar google adsense, bisnis internet, tutorial facebook, tutorial frienster, buat facebook, buat frienster Cara Membuat Blog Tips for New bloggers